Officially thirty! Wow, welcome to thirty club, hihihihi!
Seperti cepat sekali waktu berjalan, perasaan baru kemarin ultah ke-21, tapi hari ini kok udah 30 aja. Hehehe.
Ada yang komentar di twit sudah tua dan masih single. Emang, hihihi.
Tapi hari ini tidak seperti dulu. Kalo dulu tuh ya, setiap ulang tahun kok merasa takut tua (hakdis!), tapi terobati setelah memperhatikan teman-teman seumur yang tetap enjoy. Thanks guys. Tapi kali ini biasa aja. Sedikit excited sih sebenarnya(mungkin karena sudah siap ke tahap selanjutnya dalam meraih cita-cita, atau karena kata orang umur 30 itu usia paling menyenangkan selama hidup).
Oh iya, banyak yang salah mengucapkan ulang tahun. Kebanyakan di tanggal 9 April. Itu sih karena cerita tahun kemarin. Di Facebook aku memang nulis info lahir tanggal 9 April, dan gak keubah sampai kemarin. Ketika nemu laptop baru kuubah. Walhasil teman-teman di Facebook banyak juga yang mengucapkan tanggal 9, banyak juga yang tanggal 10, dan ada juga yang heran “perasaan kemarin deh, kenapa hari ini ultah juga?” Huahaha.
Di twitter juga demikian. Aku membalas semua ucapan yang masuk lebih awal sehari (atau dua hari) dengan meralat ataupun tidak. Yang penting bukan tanggalnya. Lagian juga gak jauh-jauh kan harinya. Santai aja. Tambahan, siapa sih yang gak mau didoakan orang lain? 
Dulu sih ya, masih suka ingat siapa-siapa yang ingat tanggal lahirku dengan benar. Sekarang sih biasa aja. Mungkin karena aku menyadari bahwa aku aja suka lupa ultah orang-orang terdekat. Lupa banget sih enggak:
1. Ingat persis tanggalnya, tapi pas tanggal segitu lupa ngucapin 
2. Ingat tanggalnya, tapi kalau ditanyain random sama orang-orang, mesti mikir dulu, tanggal 22 atau 26 ya, sebentaaar mikir duluuu! Lalu baru yakin 
3. Ada yang udah pernah ingat tanggal dan bulan, tapi jadi lupa persisnya kapan, paling cuma ingat bulan. Lalu reka-reka, diingat-ingat baru ketahuan. 
Yah begitulah ya, hahahah.
Ini bukan contoh yang baik juga lho, kalau mau dibahas. Ini namanya “Menempatkan perasaan atau pikiran orang lain seperti yang kita alami, kita pikirkan atau kita rasakan”. Belum tentu, lho. Ambil contoh, bagiku gak masalah sih kalau ada yang kelupaan ultahku (lebih cepat dikit or lambat dikit, kalo lupa gawat gak usah dibahas ya :smug: ) , tapi bisa lain dengan orang lain, bisa jadi dia akan sangat marah bila orang terdekat lupa ultahnya, atau meleset tanggalnya :heh:
Contoh yang lain: “Prasangka buruk” Kadang kita punya prasangka buruk sama orang lain, karena kalau kita di posisinya dia kemungkinan besar atau sudah pasti kita akan berpikiran seperti itu kepada orang. Eits, belum tentu lho. Bisa jadi orang lain gak sebusuk kita
Hahaha.
Balik ke bahasan soal umur ini. (Haduuss
)
Apa sih yang sudah didapatkan sejauh ini (gak usah pake ulang-ulang ya umur ke berapa ini
)
Banyak!
Banget!
Orang melihat sih, aku bukan apa-apa: kerja belum beres, merit juga belum, pencapaian: apa yang sudah kau capai? Sementara teman di umur yang sama sudah sukses banget punya keluarga kecil, de-el-el. (untuk fairnya sih banyak yang lebih older –gak tega bilang tua– tapi masih mendingan aku sih posisinya, salah satu alasan untuk tetap dan terus bersyukur
).
Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali yang aku dapatkan: rasa sakit, rasa bosan, pedih, perih, gatal-gatal
, tapi juga rasa bahagia, kesenangan, pencerahan, kesadaran, kearifan. Masih terus dalam proses ke tingkatan yang lebih tinggi, terus dan terus.
Situasi tersudut? A-ha! Ini sering terjadi. Karena orang tidak tahu sih ya apa tujuanku, apa mauku, mengapa begini dan mengapa begitu, dan kembali ke bahasan di atas tadi: mereka itu “Menempatkan perasaan atau pikirannya seperti yang kita alami, kita pikirkan atau kita rasakan”. Helloooo, orang beda-beda kali.
Tapi ya gak-papalah, sebenarnya niatnya kan untuk kebaikan juga, karena peduli. Kecuali kalau cuma untuk basa-basi doang, atau ingin menjatuhkan. Ya di sinilah aku belajar “KALI NOL”. Orang bilang, kalau ada yang Anti-support, jadikan itu motivasimu untuk membuktikan kepada mereka bahwa aku juga bisa, atau mereka itu salah. Tapi bagiku lebih mudah “kali nol”, hehehe. Kalau menjadikan perkataan orang sebagai motivasi, mungkin itu akan membuat fokus kita bias. Kita jalan pada jalan kita sendiri, ma-men! 
Tapi walaupun demikian jangan sampai sombong. Karena kalau sudah sombong gak ada obat. Padahal sedikit sombong aja sudah bisa menjatuhkan diri sendiri. Jadi, supaya gak sombong, ingat aja bahwa mereka itu peduli walau caranya kurang tepat. Dan bersyukurlah atas segala kepedulian itu. Coba bayangkan hidup dalam sistem sosial tapi sama sekali gak ada yang pedulikan, hihihihi 
Harus selalu diingat nih. #notetoself
Melihat lagi ke belakang, luar biasa!! Luar biasa segala cobaan, segala penderitaan (lebay
) yang ternyata sangat mengganggu kehidupan. Tapi karena itulah diri mulai mencari obatnya, pencerahan, mulai menyadari bahwa kedamaian dalam hati itulah sebenarnya kebahagiaan sejati. Mulai berpikir bahwa dunia ini hanya sementara, lalu mengapa begitu risau? Mulai menyadari bahwa selama ini salah berharap, seharusnya bukan kepada manusia. Mulai membenahi diri dan emosi-emosi yang tidak penting. Yah, jalan memang tidak selalu mulus, tapi bolehlah. Kedamaian hati itu bukanlah suatu tempat di mana bila kita sudah pernah berada di situ maka akan selamanya ada di situ. Sekali-sekali kesandung, eh jatuh lagi, tapi untungnya kita sudah tahu cara mengaksesnya, tinggal jalankan aja. Dan butuh usaha lagi untuk jadi permanen di situ. I am on my way. Doakan aku yaa!
Sebenarnya apa sih yang diharapkan pada ultah ini? Ada sih beberapa, misal mobil baru, terus bisa bikin pesta, hehe. Tapi ada orang-orang yang diharapkan ada di hari ultah. Dan itu tak semua terwujud. Tapi santai aja. Gak semua keinginan itu harus terwujud. Berharap boleh, tapi Tuhan yang izinkan, sementara aku gak berani dan gakkan berani menggugat Tuhan. Karena Ia Maha Tahu. Jadi jangan sok tahu deh kita-kita ini, hihihi. Nikmati aja :victory: :laugh: :-) O:-) 
Toh, aku sangat bahagia hari ini. Orang-orang terdekat dan tersayang mengucapkan dengan tulus. Masih ada juga teman-teman yang kasih surprais tengah malam (Ajie, Nadya, Lady, Armia, Jovi, Wahyu, Jingkrak, Nirwan, Apied Gede). Nih fotonya di Gudang Siar tengah malam 10 April 2012:

Itu udah main cemong-cemong-an krim kue ultahnya, kekekek

(Hmm.. sebenarnya aku gak suka surprais, kecuali surpraisnya dapat mobil, uang banyak, rumah, tiket wisata, dll, hehe, tapi teman-teman sukanya kasih surprais, yaudin deh, enjoy aja. Aku sukanya kasih surprais, lho)
Oh iya, pelajaran lain selama ini yang kudapat:
1. Orang terdekat yang sayang sama kita dan kita sayangi hendaklah kita dukung, walaupun dia salah, terpuruk, aneh, atau menyakiti kita. Anggaplah dia lagi “aneh”, dan kita sebagai orang terdekat harus mendampinginya. Kalau dia tidak butuhkan kita, ya sudah, diam saja, nikmati waktu kita tanpanya, tapi sekali dibutuhkan, kita berusaha untuk ada untuknya. Jangan lupa, berdoa untuknya juga. Dulu aku sempat berpikir hal ini kebodohan atau kesetiaan. Tapi Adyt menjawab: ketulusan. Iya juga ya :inlove:
2. Gak semua orang bisa dipercaya. Oh ya, setahun ini sudah beberapa teman yang kebohongannya aku ketahui. Memfitnah pula. Kejamnya! Di luar akal.Ada yang karena dia takut posisinya terancam, ada yang karena supaya orang excited kepadanya. Ada juga yang aku tak mengerti mengapa. Ada yang menceritakan hal yang tak semua orang kuceritakan, lalu mengambil kesimpulannya sendiri, dan akhirnya aku tahu mengapa dia mengambil kesimpulan seperti itu: ya karena dia seperti itu. Nah, ini nih kembali lagi soal bahasan di atas (soal menempatkan orang lain seperti dirinya sendiri). Oh, selama kita jujur dan bisa dipercaya, semua fitnah-fitnah itu akan terbongkar dan kebenaran akan menghampiri kalian! Sudah terbukti lho. Ada malah yang selama ini dipercaya tetapi ternyata malah menebar fitnah, eh gak tahunya soal dirinya-lah yang merebak sehingga semua orang tahu, tapi dia tak tahu bahwa semua orang sudah tahu. Andai dia tahu semua orang tahu, mungkin dia akan sangat malu. Itulah kesimpulannya: The truth will find you!
Jadi, menjadi jujur itu penting sekali. (Oh ya, dengan teman-teman itu aku sih biasa saja, masih berteman kok, cuma kepercayaan kepada mereka pasti berkurang, but only God knows).
3. What Goes Around Comes Around! Yah, contohnya bisa dilihat penjabaran poin nomor 2 di atas. Huahh!
4. Dunia ini membutakan. Dan akan selalu menggoda kita untuk larut dalam ilusinya. Maka berhati-hatilah. Tak jarang hati yang gundah karena ditipu oleh dunia. Dunia itu termasuk perlakuan orang-orang ke kita. Kalau kita mau berpikir lebih jauh, apa pentingnya ya hal yang kita gundahkan itu, padahal ini semua tipuan belaka. Lalu sadarlah.
5. Back To The Roots. Kita harus kembali ke akar, agar hidup berjalan aman damai dan tentram.
Masih banyak sih sebenarnya, tapi cukup itu dululah ya..
Harapan pada umur ini: sertifikasi hipnoterapis (membantu diri dan orang lain) ,kuliah master di luar negeri, merit, punya BMW 1-series, rumah dan toko sendiri, hehe, membahagiakan (dan gak bikin ortu cemas lagi :cute: ), menjadi yang terbaik untuk orang yang tersayang, dll.
Semoga diizinkan Allah SWT. Aamiin.

