I’m Always Lost For Words When Someone Mentions Your Name

speechless

Sebuah nama, beribu lembar cerita..
Sebuah awal yang indah dikenang,
Lalu datang sebuah akhir yang menyakitkan..
Atau ini belumkah berakhir?
Bisa saja, bisa saja, ini hanya sebuah “pause”, sepetak jeda
Sampai salah satu di antara kita berpindah dimensi
Sementara itu aku harus siap kapanpun menghadapi
serangan yang energinya menusuk jantung
menyakiti lagi hanya dengan mendengar namanya..

aku ingin amnesia, tapi aku takut lupa yang pantas diingat
mungkin kau tak patut hidup di pikiran
tapi sejauh ini, selama ini, karena kaulah aku mencari diriku sendiri
yang telah hilang melarut dalam waktu
apa berarti aku harus berterima kasih kepadamu
karena menikamku, lalu kutemukan pencerahan
mungkin ya, apalagi bila ternyata mengikuti alur
duniaku akan semakin kelam

ah, aku tak perlu berterima kasih kepadamu,kau pikir kau siapa?

ada satu lagi sebelum kuakhiri,
terima kasih, Tuhan..

 

 

 

 

 

 

Kumpulan Twit @Auliyyaa “Pada Siapa Kita Paling Bersalah?”

index

(10 September 2012)

Pada siapakah kita paling bersalah? #tanya #renungan untuk #kesadaran

Kita paling bersalah pada diri kita sendiri. #kesadaran

Mengapa kita paling bersalah pada diri sendiri? Karena.. (cont) #kesadaran

1. Setiap kita melakukan keburukan, diri kita sendiri yg akan menerima akibatnya. #kesadaran

2. Kita sendiri yg membuat batasan terhadap diri kita. #kesadaran

3. Janji yg paling mudah diingkari adalah janji pada diri sendiri. #kesadaran

Mungkin kita membela, bahwa kita tak dapat dukungan atau malah antisupport dari org lain ttg apa yg bisa/tidak kita lakukan. #kesadaran

Tapi tetap, kita bisa memilih: a. Jalan terus; b. berhenti krn tiada dukungan; c. berhenti krn yg ada antisupport. #kesadaran

Kita sendiri yg memilih, dan imbas paling besar dari pilihan2 yg kita ambil adalah (sebenarnya) untuk diri sendiri. #kesadaran

Kita bertanggung jawab pada diri kita sendiri. #kesadaran

 

I’m sorry to myself, my apologies begin here before anybody else.. #morissette #kesadaran

 

Yang penting bukan apa yg terjadi, tapi respon apa yg kita pilih untuk hal yg terjadi. #kesadaran

Memang tak semudah bicara, menulis twit, tapi yg jelas ketika kita berpijak pada ladang segala kemungkinan, kita tahu kita bisa. #kesadaran

Contoh: kita dihina org. Responnya? Marah? Hny marah pilihannya? Tnyt gak juga. Kita bisa: cuek, berpikir itu org iri, berdoa,dll.#kesadaran

Contoh: teman ingkar janji. Respon: a. Musuhan; b. Komunikasikan; c. Menjauh; d. Terima (dgn konsekuensi diulangi olehnya) (cont) #kesadaran

e. Terima (dgn harapan tak diulangi,&pemahaman manusia bisa khilaf). f. Terima, tp gakkan buat janji lagi dgnnya. g. Dan lain2. #kesadaran

Ternyata banyak respon yg bisa kita pilih.. Agar tak bersalah pada diri kita, kita bisa pilih respon terbaik dan positif #kesadaran

 

Ketika kita putus cinta. Respon: 1. Sedih berlarut2; 2. Sedih sebentar aja; 3. bersyukur kita dtunjukkan bhw dia bkn yg terbaik; #kesadaran

 

Ketika kita tahu suatu hubungan tidak sehat lagi, kita sudah berusaha maksimal, tapi kita terus disakiti, ..apa responmu? #kesadaran

 

Kita bisa tahu respon terbaik, tentunya bila kita mencintai diri sendiri. That’s why: love yourself first, then love others. #kesadaran

 

Take time to come home to yourself everyday.. #kesadaran #sekian

 

(Jawaban atas pertanyaan @nink_flo tentang “apa responku ketika putus cinta?” sebagai berikut: )

Pilihan yg kita ambil pd suatu waktu biasanya tercipta dari proses belajar selama ini dan #kesadaran pada saat itu :D @nink_flo

Ketika kita putus cinta. Respon: 1. Sedih berlarut2; 2. Sedih sebentar aja; 3. bersyukur kita dtunjukkan bhw dia bkn yg terbaik;

Officially Thirty!

cake-1

Officially thirty! Wow, welcome to thirty club, hihihihi!

Seperti cepat sekali waktu berjalan, perasaan baru kemarin ultah ke-21, tapi hari ini kok udah 30 aja. Hehehe.

Ada yang komentar di twit sudah tua dan masih single. Emang, hihihi.

Tapi hari ini tidak seperti dulu. Kalo dulu tuh ya, setiap ulang tahun kok merasa takut tua (hakdis!), tapi terobati setelah memperhatikan teman-teman seumur yang tetap enjoy. Thanks guys. Tapi kali ini biasa aja. Sedikit excited sih sebenarnya(mungkin karena sudah siap ke tahap selanjutnya dalam meraih cita-cita, atau karena kata orang umur 30 itu usia paling menyenangkan selama hidup).

Oh iya, banyak yang salah mengucapkan ulang tahun. Kebanyakan di tanggal 9 April. Itu sih karena cerita tahun kemarin. Di Facebook aku memang nulis info lahir tanggal 9 April, dan gak keubah sampai kemarin. Ketika nemu laptop baru kuubah. Walhasil teman-teman di Facebook banyak juga yang mengucapkan tanggal 9, banyak juga yang tanggal 10, dan ada juga yang heran “perasaan kemarin deh, kenapa hari ini ultah juga?” Huahaha.

Di twitter juga demikian. Aku membalas semua ucapan yang masuk lebih awal sehari (atau dua hari) dengan meralat ataupun tidak. Yang penting bukan tanggalnya. Lagian juga gak jauh-jauh kan harinya. Santai aja. Tambahan, siapa sih yang gak mau didoakan orang lain? Big Smile

Dulu sih ya, masih suka ingat siapa-siapa yang ingat tanggal lahirku dengan benar. Sekarang sih biasa aja. Mungkin karena aku menyadari bahwa aku aja suka lupa ultah orang-orang terdekat. Lupa banget sih enggak:
1. Ingat persis tanggalnya, tapi pas tanggal segitu lupa ngucapin Hit with Ball
2. Ingat tanggalnya, tapi kalau ditanyain random sama orang-orang, mesti mikir dulu, tanggal 22 atau 26 ya, sebentaaar mikir duluuu! Lalu baru yakin Canny
3. Ada yang udah pernah ingat tanggal dan bulan, tapi jadi lupa persisnya kapan, paling cuma ingat bulan. Lalu reka-reka, diingat-ingat baru ketahuan. Oops

Yah begitulah ya, hahahah.

Ini bukan contoh yang baik juga lho, kalau mau dibahas. Ini namanya “Menempatkan perasaan atau pikiran orang lain seperti yang kita alami, kita pikirkan atau kita rasakan”. Belum tentu, lho. Ambil contoh, bagiku gak masalah sih kalau ada yang kelupaan ultahku (lebih cepat dikit or lambat dikit, kalo lupa gawat gak usah dibahas ya :smug: ) , tapi bisa lain dengan orang lain, bisa jadi dia akan sangat marah bila orang terdekat lupa ultahnya, atau meleset tanggalnya :heh:

Contoh yang lain: “Prasangka buruk” Kadang kita punya prasangka buruk sama orang lain, karena kalau kita di posisinya dia kemungkinan besar atau sudah pasti kita akan berpikiran seperti itu kepada orang. Eits, belum tentu lho. Bisa jadi orang lain gak sebusuk kita Shame Hahaha.

Balik ke bahasan soal umur ini. (Haduuss Electric Shock)

Apa sih yang sudah didapatkan sejauh ini (gak usah pake ulang-ulang ya umur ke berapa ini Ahh!)

Banyak!
Banget!

Orang melihat sih, aku bukan apa-apa: kerja belum beres, merit juga belum, pencapaian: apa yang sudah kau capai? Sementara teman di umur yang sama sudah sukses banget punya keluarga kecil, de-el-el. (untuk fairnya sih banyak yang lebih older –gak tega bilang tua– tapi masih mendingan aku sih posisinya, salah satu alasan untuk tetap dan terus bersyukur Innocent).

Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali yang aku dapatkan: rasa sakit, rasa bosan, pedih, perih, gatal-gatal Sealed, tapi juga rasa bahagia, kesenangan, pencerahan, kesadaran, kearifan. Masih terus dalam proses ke tingkatan yang lebih tinggi, terus dan terus.

Situasi tersudut? A-ha! Ini sering terjadi. Karena orang tidak tahu sih ya apa tujuanku, apa mauku, mengapa begini dan mengapa begitu, dan kembali ke bahasan di atas tadi: mereka itu “Menempatkan perasaan atau pikirannya seperti yang kita alami, kita pikirkan atau kita rasakan”. Helloooo, orang beda-beda kali. Yeah... Sure Tapi ya gak-papalah, sebenarnya niatnya kan untuk kebaikan juga, karena peduli. Kecuali kalau cuma untuk basa-basi doang, atau ingin menjatuhkan. Ya di sinilah aku belajar “KALI NOL”. Orang bilang, kalau ada yang Anti-support, jadikan itu motivasimu untuk membuktikan kepada mereka bahwa aku juga bisa, atau mereka itu salah. Tapi bagiku lebih mudah “kali nol”, hehehe. Kalau menjadikan perkataan orang sebagai motivasi, mungkin itu akan membuat fokus kita bias. Kita jalan pada jalan kita sendiri, ma-men! Cool

Tapi walaupun demikian jangan sampai sombong. Karena kalau sudah sombong gak ada obat. Padahal sedikit sombong aja sudah bisa menjatuhkan diri sendiri. Jadi, supaya gak sombong, ingat aja bahwa mereka itu peduli walau caranya kurang tepat. Dan bersyukurlah atas segala kepedulian itu. Coba bayangkan hidup dalam sistem sosial tapi sama sekali gak ada yang pedulikan, hihihihi Crying

Harus selalu diingat nih. #notetoself

Melihat lagi ke belakang, luar biasa!! Luar biasa segala cobaan, segala penderitaan (lebay Sweet Kiss) yang ternyata sangat mengganggu kehidupan. Tapi karena itulah diri mulai mencari obatnya, pencerahan, mulai menyadari bahwa kedamaian dalam hati itulah sebenarnya kebahagiaan sejati. Mulai berpikir bahwa dunia ini hanya sementara, lalu mengapa begitu risau? Mulai menyadari bahwa selama ini salah berharap, seharusnya bukan kepada manusia. Mulai membenahi diri dan emosi-emosi yang tidak penting. Yah, jalan memang tidak selalu mulus, tapi bolehlah. Kedamaian hati itu bukanlah suatu tempat di mana bila kita sudah pernah berada di situ maka akan selamanya ada di situ. Sekali-sekali kesandung, eh jatuh lagi, tapi untungnya kita sudah tahu cara mengaksesnya, tinggal jalankan aja. Dan butuh usaha lagi untuk jadi permanen di situ. I am on my way. Doakan aku yaa!

Sebenarnya apa sih yang diharapkan pada ultah ini? Ada sih beberapa, misal mobil baru, terus bisa bikin pesta, hehe. Tapi ada orang-orang yang diharapkan ada di hari ultah. Dan itu tak semua terwujud. Tapi santai aja. Gak semua keinginan itu harus terwujud. Berharap boleh, tapi Tuhan yang izinkan, sementara aku gak berani dan gakkan berani menggugat Tuhan. Karena Ia Maha Tahu. Jadi jangan sok tahu deh kita-kita ini, hihihi. Nikmati aja  :victory:   :laugh:   :-)   O:-) Ha Ha

Toh, aku sangat bahagia hari ini. Orang-orang terdekat dan tersayang mengucapkan dengan tulus. Masih ada juga teman-teman yang kasih surprais tengah malam (Ajie, Nadya, Lady, Armia, Jovi, Wahyu, Jingkrak, Nirwan, Apied Gede). Nih fotonya di Gudang Siar tengah malam 10 April 2012:

Itu udah main cemong-cemong-an krim kue ultahnya, kekekek Exciting Big Smile Victory

(Hmm.. sebenarnya aku gak suka surprais, kecuali surpraisnya dapat mobil, uang banyak, rumah, tiket wisata, dll, hehe, tapi teman-teman sukanya kasih surprais, yaudin deh, enjoy aja. Aku sukanya kasih surprais, lho)

Oh iya, pelajaran lain selama ini yang kudapat:

1. Orang terdekat yang sayang sama kita dan kita sayangi hendaklah kita dukung, walaupun dia salah, terpuruk, aneh, atau menyakiti kita. Anggaplah dia lagi “aneh”, dan kita sebagai orang terdekat harus mendampinginya. Kalau dia tidak butuhkan kita, ya sudah, diam saja, nikmati waktu kita tanpanya, tapi sekali dibutuhkan, kita berusaha untuk ada untuknya. Jangan lupa, berdoa untuknya juga. Dulu aku sempat berpikir hal ini kebodohan atau kesetiaan. Tapi Adyt menjawab: ketulusan. Iya juga ya :inlove:

2. Gak semua orang bisa dipercaya. Oh ya, setahun ini sudah beberapa teman yang kebohongannya aku ketahui. Memfitnah pula. Kejamnya! Di luar akal.Ada yang karena dia takut posisinya terancam, ada yang karena supaya orang excited kepadanya. Ada juga yang aku tak mengerti mengapa. Ada yang menceritakan hal yang tak semua orang kuceritakan, lalu mengambil kesimpulannya sendiri, dan akhirnya aku tahu mengapa dia mengambil kesimpulan seperti itu: ya karena dia seperti itu. Nah, ini nih kembali lagi soal bahasan di atas (soal menempatkan orang lain seperti dirinya sendiri). Oh, selama kita jujur dan bisa dipercaya, semua fitnah-fitnah itu akan terbongkar dan kebenaran akan menghampiri kalian! Sudah terbukti lho. Ada malah yang selama ini dipercaya tetapi ternyata malah menebar fitnah, eh gak tahunya soal dirinya-lah yang merebak sehingga semua orang tahu, tapi dia tak tahu bahwa semua orang sudah tahu. Andai dia tahu semua orang tahu, mungkin dia akan sangat malu. Itulah kesimpulannya: The truth will find you!
Jadi, menjadi jujur itu penting sekali. (Oh ya, dengan teman-teman itu aku sih biasa saja, masih berteman kok, cuma kepercayaan kepada mereka pasti berkurang, but only God knows).

3. What Goes Around Comes Around! Yah, contohnya bisa dilihat penjabaran poin nomor 2 di atas. Huahh!

4. Dunia ini membutakan. Dan akan selalu menggoda kita untuk larut dalam ilusinya. Maka berhati-hatilah. Tak jarang hati yang gundah karena ditipu oleh dunia. Dunia itu termasuk perlakuan orang-orang ke kita. Kalau kita mau berpikir lebih jauh, apa pentingnya ya hal yang kita gundahkan itu, padahal ini semua tipuan belaka. Lalu sadarlah.

5. Back To The Roots. Kita harus kembali ke akar, agar hidup berjalan aman damai dan tentram.

Masih banyak sih sebenarnya, tapi cukup itu dululah ya..

Harapan pada umur ini: sertifikasi hipnoterapis (membantu diri dan orang lain) ,kuliah master di luar negeri, merit, punya BMW 1-series, rumah dan toko sendiri, hehe, membahagiakan (dan gak bikin ortu cemas lagi :cute: ), menjadi yang terbaik untuk orang yang tersayang, dll.

Semoga diizinkan Allah SWT. Aamiin.

Laughing Happy Ha Ha Wink Smile1 Big Smile
Big Smile

What Goes Around Comes Around.. (2)

WGACA

Masih berbicara tentang apa yang “diberikan” akan “kembali” kepada diri sendiri, tetapi kali ini kita akan bahas lebih spesifik kepada “perkataan”.

Semua orang tahu lidah itu bisa mendamaikan hati dan bisa juga sebaliknya: menyakiti hati. Oleh sebab itu, kita harus bijak menggunakan kata-kata, atau dengan kata lain menggunakan kata-kata dengan sadar. Kadangkala (atau mungkin seringkali?) kita menggunakan kata dengan settingan default atau otomatis. Setelah terucap, baru kita sadar sebenarnya kata-kata tadi tak pantas diucapkan. Itupun syukur masih sadar, bagaimana dengan yang tidak sadar?

Jika kita memandang masalah ini seperti bahasan dari tulisan pertama WHAT GOES AROUND COMES AROUND.. (1) , maka hasil yang kita peroleh adalah “kita akan disakiti/dihibur juga oleh kata-kata sebagaimana yang sudah kita lakukan kepada orang lain”. Tetapi, dalam bahasan “kata-kata” seperti yang hendak kita bahas di sini, ada yang lebih menarik. Apa itu?

Bahwa kata-kata yang kita berikan kepada orang lain hendaknya menjadi cermin bagi kita sendiri, sebelum dan sesudah kita mengucapkannya.

Dari mana asal kesimpulan itu?
Baik, mari kita merenung:
1. Pernahkah temanmu curhat, lalu kamu menghibur dia dengan kata-kata “Sabar ya, semua masalah ada solusinya kok, yang penting jangan emosi”
Lalu tak lama kemudian (dalam hitungan jam, atau hari, atau minggu) dirimu mempunyai masalah dan begitu berat untuk sabar.

2. Pernahkah marah kepada orang lain, “Dia itu munafik, semua yang dia bilang itu bohong!”
Lalu dirimu tersadar, oh ya, selama ini aku juga tidak begitu jujur kepada orang lain. Mungkin dibohongin kali ini balasan berbohong kepada orang lain sebelumnya.

3. Pernahkah menganjurkan kepada orang lain, “Makanya jadi orang itu harus berpikir dulu sebelum bertindak!”.
Lalu tak lama kamu sadar bahwa kamu melakukan sesuatu tanpa berpikir sehingga punya cerita yang sama seperti orang yang kamu anjurkan tadi.

Dari tiga kasus di atas, syukurnya sadar. Ada bahkan yang tak sadar. Tak pernah bertanya. Tak mengkaji. Ini bukan hanya yang aku amati dan alami, tapi sempat didiskusikan dengan beberapa orang teman. Mereka mempunyai kesimpulan yang sama:

1. Sebelum berkata, pikir dulu yang selama ini sudah kamu jalankan. Berat tanggung jawabnya mengatakan hal yang selama ini belum dilakukan.

2. Setelah berkata, harus segera evaluasi. Dan siap melakukan seperti yang kita katakan/anjurkan kepada orang lain.

Nah, kesimpulan di atas itu memerlukan kesadaran. Jika belum pernah mengalami seperti hal-hal di atas, bisa jadi karena tidak sadar. Tidak ada salahnya mulai sekarang mulai sadar ketika berkata dan siap-siap menerima tanda baliknya perkataan kita tersebut kepada diri sendiri. Nanti bagi-bagi yaa pengalamannya Big Smile

Oh iya, ngomong-ngomong, pernah dong sebal sama orang karena ngomongnya itu kaya orang suci saja. Yang bilang orang leletlah, tidak bertanggung jawablah, dll. Padahal kita tahu perilaku  dia kurang lebih sama dengan perilaku orang yang dimakinya. Perasaan, kita ingin menyodorkan cermin sebesar-besarnya ke muka dia, atau pengen membahas “Apa sih bedanya dia sama kamu? Kamu kan dulu bla bla bla..”
Nah, bagaimana kalau kita yang di posisi dia (si tukang maki) terus ada teman kita yang juga ingin menyodorkan cermin pada kita agar kita ngacaaa!! Grimace Malu banget, dong! Makanya, sebelum ngomong, ngaca dulu, kita sama gak kaya orang yang kita sebelin? Kalau sama, lha kok protes?

Tips: Kalo aku sih ya, kalau mau bilang untuk orang yang aku juga sama kelemahannya, ya udah ngaku aja.
Contoh: “Dia itu ya, kalo dibilangin keras kepala. Ya sama kaya aku juga sih, hehe” Hit with Brick

Semoga bermanfaat! Shame

What Goes Around Comes Around.. (1)

what goes around

Ada sebuah ungkapan(idiom) dalam bahasa Inggris, “What Goes Around Comes Around”, definisinya sebagai berikut:

What(ever) goes around, comes around.
Prov.
The results of things that one has done will someday have an effect on the person who started the events.
So he finally gets to see the results of his activities. What goes around, comes around. Now he is the victim of his own policies. Whatever goes around comes around.

(dari http://idioms.thefreedictionary.com/What+goes+around,+comes+around)

Akun twitter The Chopra Foundation (@SageScientists) menuliskan di twitnya “If you want something, give it!”
Jika ingin uang, berikan uang. Jika ingin cinta, berikan cinta. Jika ingin sahabat, jadilah sahabat. Jika ingin dimengerti, mengertilah lebih dahulu..

Konsep ini sejalan dengan konsep dalam Islam. Apakah itu tentang sedekah (yang akan dibalas berkali-kali lipat), atau tentang setiap perbuatan ada balasannya.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“ (QS. Al Zalzalah : 7-8 )

Mari kita lihat secara sains sebagai berikut:

Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: “Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)”.

Energi yang kita lepaskan, dia tidak hilang, dia tetap ada, hanya berubah bentuk. Dan karena tidak hilang, dia tetap ada.Ke mana energi tersebut? Jika sesuai idiom yang kita jadikan judul post ini, sesuai dengan twitnya @SageScientist, dan sesuai dengan firman-Nya, energi tersebut akan kembali kepada yang telah memberikan.

Saya penggemar serial Cougar Town, diperankan oleh Courteney Cox, Christa Miller, Busy Philipps, Dan Byrd, Josh Hopkins, Ian Gomez, Brian Van Holt. Dalam sebuah episodenya (Season 2 Episode 14: Cry To Me), ada sebuah segmen yang kerap dinamakan orang sebagai “Circle of Love and Circle of Anger”. Berikut cuplikannya:

Jadi, masih tak mau sadar bila melakukan sesuatu? Remember, what goes around, comes around! :yes: :-))