I’m Always Lost For Words When Someone Mentions Your Name

speechless

Sebuah nama, beribu lembar cerita..
Sebuah awal yang indah dikenang,
Lalu datang sebuah akhir yang menyakitkan..
Atau ini belumkah berakhir?
Bisa saja, bisa saja, ini hanya sebuah “pause”, sepetak jeda
Sampai salah satu di antara kita berpindah dimensi
Sementara itu aku harus siap kapanpun menghadapi
serangan yang energinya menusuk jantung
menyakiti lagi hanya dengan mendengar namanya..

aku ingin amnesia, tapi aku takut lupa yang pantas diingat
mungkin kau tak patut hidup di pikiran
tapi sejauh ini, selama ini, karena kaulah aku mencari diriku sendiri
yang telah hilang melarut dalam waktu
apa berarti aku harus berterima kasih kepadamu
karena menikamku, lalu kutemukan pencerahan
mungkin ya, apalagi bila ternyata mengikuti alur
duniaku akan semakin kelam

ah, aku tak perlu berterima kasih kepadamu,kau pikir kau siapa?

ada satu lagi sebelum kuakhiri,
terima kasih, Tuhan..

 

 

 

 

 

 

Selamat Jalan Mala

Lately

Mala akhirnya pergi…
12 November 2008, di hari yang aku berencana pergi malamnya ke RS setelah berhari-hari tidak ke sana, karena kesibukan.
Tetapi berita di siang itu dari Ajie membuatku lemas..
Kuhubungi teman2. Mia, Irna, Zamzam, Rahma yang sudah tahu yang menangis di telepon, KPoi yang histeris, …
Hari itu pekerjaan cukup banyak (atau mungkin tidak terlalu banyak, tetapi tekanannya ekstra, berhubung ada Big Boss) dan aku terpaksa lembur..

Aku tidak sempat melihatnya, bahkan tidak sempat mengantarkannya ke peristirahatan terakhir…
Di atas jam 21.30 aku selesai, dan ketika kuhubungi teman-teman, semuanya sudah di rumah, sepulang dari pemakaman..
Menyesal juga.. Semua karena keadaan. Yah, walaupun aku dan dia bukan teman yang begitu dekat, tetapi lagi suka ngumpul, pastilah aku ingin berada di sana…

Mala, yang begitu bahagianya saat-saat terakhir sebelum dia kecelakaan..
Semoga, di alam sana, dia akan terus mengingat kebahagiaan itu, dan selalu bahagia sampai keabadian menjadi nyata.

Foto di pantai sehabis naik banana boat, dgn Mala posisi paling depan di foto.

Malam itu, aku terduduk di Radio. Dengan penyesalan gak bisa pergi tadi. And I’m feeling so fucking sad. Tadi siang Rahma sms mengingatkan kalau Gafur ultah. Dan aku sudah mengetik sms : “Gafur, met ultah..”. Sebuah sms yang tak sempat kulanjutkan dan kukirimkan, sampai akhirnya tidak mungkin lagi kukirimkan ketika aku mendengar kabar duka itu.

Gosh, I’m so sad. Karena aku memikirkan Mala, dan Gafur..Dan aku yang tidak bisa pergi.. Memikirkan darah Gafur yang mengalir di pembuluh darah Mala yang nyatanya tidak bisa menghentikan tugas malaikat penjemput jiwa. Memikirkan hari ini Gafur ultah, dan hari ini juga Mala pergi…
Shit!
S h i t !
S  h  i  t  !

Dan lagu LATELY milik STEVIE WONDER, kunyanyikan dengan gitar di malam itu, di depan komputer depan Gudang Siar, dengan melihat Chord-nya yang kuakses..
Berkali-kali..
Kenapa?
Karena lagu LATELY mengingatkan (dan akan selalu mengingatkan) aku pada Mala..
Lately yang kita nyanyikan di Studio Nadi ketika latihan buat nampil..
Lately yang kita nyanyikan di Dek Chek beberapa hari sebelum kecelakaan itu..
Lately yang (bagiku) liriknya melukiskan dia..

“Far more frequently you’re wearing perfume..”
(Mala baru aja beli Bvlgari Omnia Amethyste sama aku)
“But what I really feel, my eyes won’t let me hide..
Cause they always start to cry..
Cause this time COULD MEAN GOODBYE”

Lately adalah sebuah lagu tentang ketakutan seorang laki-laki yang merasa akan kehilangan perempuannya..

Ya, dan kami semua kehilangan perempuan kami…

MPS!IMY!

dream

Rasa lelah kerap mendekapku belakangan..
Wajahmu hanya ada dalam bayangan..
But you know what..! Malam kemarin, aku memikirkanmu sebelum aku terlelap dan kau seperti tidak puas hanya kubayangkan sejenak, akhirnya kau muncul dalam mimpiku..!
Semua rasa bercampur aduk di dalam dada. +

PerfectStorm in MyDreams!

perfect-storm

Prolog

12 dan 13 Desember, aku bermimpi tentang MyPerfectStorm.
Sebelumnya, seingatku aku tidak pernah bermimpi dia atau tentang dia.
Jumat pagi, aku bermimpi dia.
Sabtu pagi, aku bermimpi tentang dia.
Dan setelah itu, sampai sekarang, keinginan menumpahkan perasaanku akan mimpi-mimpi tersebut tidak terpenuhi.
Sekaranglah saatnya. Walaupun hampir sebulan. +