Sensitivitas atau Vulnerabilitas?


Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
“Ah, males ah, dia sensitif banget orangnya!”
“Itu aja pun sensitif kali! Biasa ajalah!”
Begitu sering kita dengar kalimat-kalimat yang seperti dan yang mirip-mirip dengan itu.
Secara umum, orang menafsirkan “sensitif” di sini adalah sifat manusia yang mudah terbawa perasaan. Bisa jadi mudah sedih, mudah sakit hati, mudah marah (walaupun mudah marah mungkin lebih sering disebut sebagai temperamental).
Berbicara tentang sensitif, asal katanya adalah “sense” (indera). Indera kita tentunya: mata (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung (penciuman), lidah (pengecapan), dan kulit (rabaan, sentuhan). Pengertian awal dari “sensitif” adalah “cepat menerima rangsang” atau “peka”. Pengertian selanjutnya adalah “mudah terbangkitkan emosinya”
Sebelum membahas lebih lanjut tentang sensitivitas dan vulnerabilitas, ada baiknya kita definisikan dulu kata-kata penting berikut ini:

Dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) online:

pe·ka /péka/ a 1 mudah merasa; mudah terangsang; 2 mudah bergerak (tt neraca peralatan mekanis); 3 tidak lalai; 4 mudah menerima atau meneruskan pengaruh (cuaca dsb); — cahaya Kim menjadi aktif secara kimia setelah meresap energi cahaya;
me·me·ka v memedulikan; memerhatikan;
ke·pe·ka·an n 1 perihal peka; perihal mudah bergerak (tt neraca, timbangan, dsb); 2 Kim kesanggupan bereaksi thd suatu keadaan; ~ neraca bobot minimum yg masih dapat ditimbang; selisih bobot yg masih dapat diamati

 

sen·si·tif /sénsitif/ a 1 cepat menerima rangsangan; peka: alat perekam itu — sekali; 2 ki mudah membangkitkan emosi: tiap konflik antarsuku yg timbul harus segera diatasi krn masalah kesukuan sangat —

 

sen·si·bi·li·tas /sénsibilitas/ n kemampuan untuk menafsirkan rangsangan dr luar atau dr dalam tubuh; kepekaan

 

sen·si·ti·vi·tas /sénsitivitas/ n perihal cepat menerima rangsangan; kepekaan: dia mempunyai — yg besar thd musik

 

tem·pe·ra·men /témperamén/ n sifat batin yg tetap mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran (periang, penyedih, dsb): orang itu penuh — , ia mudah tersinggung dan mudah marah;

ber·tem·pe·ra·men v mempunyai temperamen: kesebelasan Italia ~ tinggi

 

Dari Dictionary.com:

sen·si·tive
adjective
1.endowed with sensation; having perception through the senses.
2.readily or excessively affected by external agencies or influences.
3.having acute mental or emotional sensibility; aware of and responsive to the feelings of others. 4.easily pained, annoyed, etc.
5.pertaining to or connected with the senses or sensation.

sen·si·bil·i·ty
noun, plural -ties.
1.capacity for sensation or feeling; responsiveness or susceptibility to sensory stimuli.
2.mental susceptibility or responsiveness; quickness and acuteness of apprehension or feeling.
3.keen consciousness or appreciation.
4.sensibilities, emotional capacities.
5.Sometimes, sensibilities. liability to feel hurt or offended; sensitive feelings.

sense
noun
1.any of the faculties, as sight, hearing, smell, taste, or touch, by which humans and animals perceive stimuli originating from outside or inside the body.
2.these faculties collectively.
3.their operation or function; sensation.
4.a feeling or perception produced through the organs of touch, taste, etc., or resulting from a particular condition of some part of the body: to have a sense of cold.
5.a faculty or function of the mind analogous to sensation: the moral sense.

vul·ner·a·ble
adjective
1. capable of or susceptible to being wounded or hurt, as by a weapon: a vulnerable part of the body.
2. open to moral attack, criticism, temptation, etc.: an argument vulnerable to refutation; He is vulnerable to bribery.
3. (of a place) open to assault; difficult to defend: a vulnerable bridge.
4. Bridge . having won one of the games of a rubber.

Kembali ke bahasan, kata “sensitif” dalam konteks bahasan ini lebih mengacu kepada pengertian kedua yaitu “mudah terbangkitkan emosinya”, apa-apa pakai emosi. Jadi indera manusia diolah bukan hanya sampai di pikiran, tapi sampai ke perasaan, karena sudah sampai membawa emosi. Tentu rangsang yang diterima bukanlah data gambar, suara, bunyi, aroma, rasa, dan atau sentuhan secara dasar. Tapi sudah ke tahapan berikutnya: apa isi perkataan orang, bagaimana intonasi dan mimik wajah orang, dll. Orang yang terlalu mempermasalahkan rangsang tipe yang lebih tinggi ini sering disebut sebagai “orang yang sensitif”.

Anda sering merasa lebih melibatkan perasaan dalam menghadapi suatu masalah? Bisa jadi Anda termasuk kategori orang yang sangat sensitif atau Highly Sensitive People (HSP).HSP adalah kondisi dimana seseorang secara alami untuk ‘berhenti sejenak dan memeriksa’ serta tidak terburu-buru jika masuk ke dalam situasi yang baru atau berbeda. Mereka lebih membutuhkan waktu untuk menelaah dan beradaptasi dibandingkan orang yang tidak sensitif.

Sifat sensitif yang tinggi menyebabkan mereka memproses dan merefleksikan informasi yang masuk secara sangat dalam. HSP bahkan tak jarang memerlukan waktu sampai hari berikutnya untuk bisa memproses informasi sepenuhnya, merefleksikan, dan merumuskan respons mereka.

Berikut ciri-ciri orang yang memiliki kepribadian sangat sensitif, seperti dikutip dari genConnect.com

1. Selalu membutuhkan waktu untuk sendiri
2. Sangat teliti kadang-kadang sampai pada titik perfeksionis
3. Memiliki kesadaran tinggi pada kondisi lingkungan di sekitarnya
4. Dapat menjadi sangat emosi dan butuh ‘pergi’ untuk mencari ketenangan dan kenyamanan
5. Sering merasa terdorong untuk mengatur banyak hal termasuk pikiran
6. Sangat mengapresiasi dan menikmati hal yang sederhana dan bisa dengan mudah emosi ketika melihat kekacauan atau sedang stres
7. Tidak merasa nyaman ketika banyak hal yang tidak bisa dikendalikannya
8. Memiliki mimpi yang indah dan kehidupan spiritual yang dalam tentang kehidupan
9. Memiliki intuisi tinggi dan bisa menebak jika seseorang berbohong atau ketika melihat sesuatu yang tidak benar.
10. Bisa dengan mudah terbawa perasaan dan merasa khawatir. Atau mungkin sering mendengar orang lain berkata, “Kamu mudah tersentuh ya”, atau “Jangan terlalu dibawa perasaan”.
11. Sulit tidur
12. Kemungkinan memiliki perasaan yang sensitif dalam memandang rasa sakit
13. Tidak suka keramaian
14. Sering menghindari tontonan yang berisi kekerasan
15. Sangat mengapresiasi alam, musik dan seni.

Orang yang sangat sensitif memiliki sisi positif yaitu memiliki imajinasi tinggi, cerdas, kreatif, penuh rasa ingin tahu dan dikenal sebagai pekerja keras. Mereka juga sangat berhati-hati dan teliti. Orang yang sensitif seperti diberkati untuk menjadi seorang spiritualis yang sangat intuitif, peduli dan penuh kasih.

Berikutnya dari Wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Highly_sensitive_person sebagai berikut:

A highly sensitive person (HSP) is a person having the innate trait of high psychological sensitivity (or innate sensitiveness as Carl Jung originally coined it). According to Elaine N. Aron and colleagues as well as other researchers, highly sensitive people, who comprise about a fifth of the population, may process sensory data much more deeply and thoroughly due to a biological difference in their nervous systems.[1]

This is a specific trait with key consequences that in the past has often been confused with innate shyness, social anxiety problems, inhibitedness, or even social phobia and innate fearfulness, introversion, and so on.[2] The existence of the trait of innate sensitivity was demonstrated using a test that was shown to have both internal and external validity.[3] Although the term is primarily used to describe humans, the trait is present in nearly all higher animals

Nah, menurutku “orang yang sensitif” yang kita bahas tadi belum tentu juga HSP (highly sensitive person). Malah dari kedua sumber di atas (Vivanews dan Wikipedia), pengertiannya bisa berbeda. Vivanews mencampurkan sensitivitas antara hal perasaan dan hal rangsangan indera. WIkipedia mengartikannya sebagai kasus sensitivitas secara psikologi saja.
 Menurutku, lagi, orang yg sensitif bisa jadi karena:
1. Bawaan kepribadian
2. Menyangkut hal-hal tertentu (saja) karena bawaan diri secara fisik/non-fisik dan lainnya.
Bawaan kepribadian: bisa kita temui pada orang yang pada dasarnya memang mudah terpancing emosi.
Menyangkut hal tertentu: ini bisa kita temui pada setiap orang, karena setiap punya “topik” sensitif masing-masing. Orang yang punya kekurangan secara fisik akan mudah terpancing emosinya bila ada yang menyinggung soal kekurangan fisiknya. Orang yang punya kekurangan secara non-fisik juga demikian (maka kita harus bijak dalam bercanda, jangan sampai menyinggung perasaan orang tertentu). Bisa juga orang mudah terpancing emosinya bila menyangkut hubungannya dengan orang tertentu. Bisa jadi orang yang paling dicintainya, paling dibencinya (atau mungkin dibenci dalam hal-hal khusus). Orang juga bisa “sensitif” jika berhubungan dengan orang yang dia punya kepentingan terhadapnya.
Many ways to get there, ha?
Pendapatku, sensitif itu bukan hanya soal perasaan sedih, tetapi juga temperamental (marah). Banyak orang yang cepat sekali emosi marahnya naik. Selain karena hal-hal yang baru saja kita bahas, bisa juga karena seseorang menutupi sesuatu. Orang yang berbohong, bila kita mencoba untuk “menggali” kebenaran dari pernyataannya, sering dia marah dan menuding balik: “Oh jadi gak percaya?”, “Kok kayanya kamu anggap aku apa aja”, atau tudingan lain yang jelas-jelas tidak nyambung, tetapi tentunyadilakukan  untuk memotong langkah kita yang mencoba mengecek kebenaran pernyataannya sehingga kebohongannya aman. This is ALSO a sensitive person.
Jadi, banyak hal yang melatarbelakangi seseorang menjadi sensitif pada suatu masalah. Kalau soal pembawaan/kepribadian sih, di luar pengetahuanku (tapi yang pasti pembentukan karena lingkungan dan program hidup/”program bawah sadar”). Jadi, jangan terlalu cepat juga menghakimi seseorang karena sesuatu. Bisa jadi dia punya trauma akan sesuatu, atau menyimpan kebohongan. Nah lo!
Untuk perasaan sedih, sensitif di sini mungkin lebih tepat disebut sebagai vulnerable (mudah tersakiti).  Karena pengertian sensitif sudah menjadi terlalu luas.
Jenis Sensitif secara perasaan (sedih)
(vulnerabilitas)
Sensitif  secara temperamental Sensitif secara indrawi HSP
(Highly Sensitive Person)
Hampir selalu sensitif     Sensitif karena
hal tertentu
Penyebab Program hidup/alam bawah sadar (dari lingkungan) 1. Menyangkut kekurangan dirinya

2. Menyangkut orang tertentu

3. Mood sedang tidak baik

1. Tidak jujur(menyimpankebohongan)

2. Mood sedang tidak baik

Latihan/Kesadaran Perbedaan biologis pada sistem syaraf dibandingkan dengan manusia secara umum
Masalah Hubungan sosial memburuk 1. Tidak pernah menerima kekurangan diri. Tidak menerima kekurangan diri
ini bisa menyebabkan terhentinya pengembangan diri, terutama di bagian kelebihan yang dimilikinya.2. Komunikasi dengan orang tertentu memburuk.

3. Hubungan sosial memburuk.

Hubungan sosial memburuk. Secara umum tidak ada masalah. Bisa timbul masalah bila memiliki ketidaksukaan akan hal tertentu.

Contoh: suara bising, masalah yg bisa terjadi: tidak fokus pada apa yang sedang dikerjakan.

Hubungan sosial memburuk.
Solusi Berusaha berpikir dan berperasaan positif 1. Terima kekurangan 
diri, fokus di kelebihan
yang
bisa ditingkatkan.
Life’s sometimes a joke!;2. Jangan terlalu fokus
pada perasaan. Melihat sisi lain. Berpikir dan berperasaan positif.

3. Perlu belajar mengendalikan diri, sabar, terutama di saat buruk.

Jadi orang jujur dan dapat dipercaya! Hindari hal yang mengganggu. Terapi psikologis
atau psikoterapi (?)
Hal positif Cenderung  tidak menyakiti orang lain Lebih cenderung memiliki “kesadaran” dan berspiritualitas tinggi
 Sensitif secara indrawi ini mungkin adalah yang dimaksud oleh Marc Salem dalam bukunya “Terapi Kekuatan Pikiran” (Daras Books). Dia dianggap punya kekuatan supranatural, padahal yang dilakukannnya adalah mempelajari perilaku orang lain, dan lebih peka terhadap tanda-tanda yang diberikan orang lain.
Tentu saja pembahasan di atas adalah in my humble opinion. Even the table! Mungkin pengertian HSP itu sama dengan “Sensitif secara perasaan (vulnerabilitas)”.
Apa pentingnya pembahasan ini?
1. Untuk mengerti dan mengklasifikasikan kasus tertentu dengan orang tertentu, sehingga bisa diambil rekasi yang baik, atau paling tidak bisa mengerti saja sudah cukup, sehingga kita tidak membuang-buang waktu menebak-nebak atau menghabiskan energi dengan berperasaan negatif.
2. Self-improvement and self-development, off course!
:mrgreen:
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sensitivitas atau Vulnerabilitas?

log in

Become a part of our community!

Captcha!

reset password

Back to
log in
css.php
Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Open List
Open List
Ranked List
Ranked List
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF